Mitos Bisnis Yang Sebaiknya Anda Hindari

Mitos Bisnis

Banyak dari kita memiliki gagasan bisnis, namun seringkali hanya terhenti sampai di situ. Akibatnya, kita merasa bosan untuk memulai bisnis. Seakan-akan ada tembok besar yang menghalangi untuk menjalankan bisnis. Barangkali masih ada pemahaman yang keliru di dalam diri kita.

Berikut ini beberapa mitos yang biasanya menghinggapi pebisnis pemula, seperti pernah dikatakan Fadel Muhammad.

1. Entrepreneur adalah pelaku, bukan pemikir. Mitos ini mengakibatkan orang yang bertipe pemikir menjadi kurang percaya diri untuk membangun bisnis. Sebenarnya tidak perlu diperdebatkan karena seseorang yang bertipe pemikir atau pelaku memiliki kesempatan untuk menjadi entrepreneur. Bahkan kedua tipe ini perlu untuk berbagi peran jika kedua tipe ini bersepakat menjalin kerja sama bisnis.

Mitos Bisnis

2. Entrepreneur itu dilahirkan, bukan diciptakan. Mitos ini didasarkan pada pendapat bahwa pengusaha itu sudah bakat sejak lahir, sehingga sulit dan tidak bisa dipelajari. Jadi, yang tidak punya bakat, jangan harap jadi pengusaha. Bakat tersebut antara lain naluri bisnis, keberanian mengambil risiko, kemampuan menganalisa lingkungan bisnis, dan kemampuan menjalin hubungan/interpersonal. Mitos semacam inilah yang membuat sebagian kita jika sedang gagal dalam merintis bisnis kemudian menjadikan mitos ini sebagai alasan kegagalan. Padahal saat ini, mitos itu sudah gugur karena ternyata sudah berkembang ilmu entrepreneurship/kewirausahaan yang bisa dipelajari dan jika dipraktekkan akan mengarahkan kita menjadi seorang pengusaha Рlihat juga http://www.mitraukm.org

3. Anda perlu nasib baik untuk menjadi entrepreneur. Nasib baik sebenaranya adalah fungsi dari bertemuanya antara kemampuan, perencanaa dan keterampilan bisnis yang kita miliki dengan kesempatan yang datang. Jadi, apa yang nampak sebagai hoki atau keberuntungan bisnis sesungguhnya adalah hasil manis dari persiapan yang dilakukan oleh seorang entrepreneur.

4. Entrepreneur adalah orang yang canggung, baik di dunia akademis atau di masyarakat. Mitos ini terbentuk karena memang ada beberapa pengusaha yang terpaksa harus drop out dari kuliah atau bisa jadi malah dipecat dari perusahaan. Lalu masyarakat memberi image yang kurang bagus. Padahal mereka mungkin saja punya karakter yang kuat dan luar biasa dan bermimpi untuk kebaikan masyarakat.

Salah satu proses sederhana yang bisa kita lakukan antara lain, coba mencari seorang pengusaha yang relatif sukses dan jadikan dia sebagai teman diskusi dalam bisnis. Pilih dan cari bisnis yang kira-kira sesuai dengan minat, bakat dan sesuai kebutuhan masyarakat terdekat. Usahakan yang sifatnya jasa supaya kebutuhan modalnya sedikit.

Sekarang informasi sudah bukan barang mahal jadi nampaknya tak sulit mencari ide. Praktekkan kira-kira selama 6-12 bulan (atau kira-kira sesuai dengan proses bisnisnya). Dalam proses ini perlu menjaga 3 hal, yaitu berdoa dan bertakwa, kerja keras plus cerdas dan tetaplah fokus pada mimpi bisnis yang sudah dipilih. Selengkapnya, kunjungi http://bisnis.mitraukm.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *